>Karena Yang Ada Hanya Engkau !

>

Bukan pada kuncup mawar kutitipkan tentang cinta, Karena ia akan terhempas tatkala tiba waktunya sang mawar mekar dan aku tak ingin ia bernasib tragis jatuh ke tanah terinjak dan nelangsa.
Bukan pula pada pucuk dedaunan ku tinggalkan cerita cinta, karena ia tak kan abadi disana, begitu sang embun bertahta di paginya, terhapuslah sudah jejak cintaku dan aku tak ingin itu terjadi dilupakan.
Maka ku eja aksara lagi, memahat satu demi satu dengan telaten tentang semua hal yang terangkum dalam satu kisah cinta dan mengurailah sembilan puluh sembilan asmaMu, tepat di atas pahatanku.
Bagaimana mungkin aku tak menyertakan hal itu ? Sedangkan keputusan untuk mencintaiMu adalah harga mati !
Maka saksikanlah wahai Pemilik Cinta, yang Maha Mencinta dan Ku tebarkan cintaku di semua yang aku temui di kuncup mawar, di pucuk dedaunan, bahkan meluruh bersama hujan dan terbang bersama angin.
Karena cinta itu memang sudah seharusnya meliputi segala, tak ada lagi antara kepentinganku dan kepentinganMu, tak ada lagi antara Engkau dan aku, karena yang ada hanya satu dan cuma Engkau … !!!

Advertisements

>Hanya Terdiam

>

Terduduk ku disini ..
Menikmati angin angin yang menyapa halus
Menyaksikan matahari terbenam bisu tanpa suara
Melambaikan tanganku pada burung burung terbang pulang ketika senja

Terbayang kisah yang telah sampai pada akhirnya
Dan ku terdiam ..
Tak tahu harus berkata apa
Tak tahu hendak bergumam apa
Hanya pilu yang tertahan perlahan dan berharap kembali pergi
sesudahnya

Dan ku menghela nafas … panjang
Mencoba melepas penat dan sesak nan tak berkesudahan
Mencoba membuang jauh .. kelu yang kian menari tanpa henti
Mencoba tetap tersenyum dalam simpul simpul lesung pipiku

Dan ku menatap matahari
Yang kini tenggelam sudah tanpa mengucap salam terakhir
Yang hilang tanpa bekas juga warna warna kesaksian
Yang tergantikan oleh gelap gelap membuta dan menghanyutkan

Selamat tinggal kesedihan ..
Ku ingin mengirimmu terbang mencari cinta yang hilang
Dan biarkan ku bersama pencarianku kini

>Letih…..!!!!!

>Letih… Ku berdiri di tengah terik mentari, semenjak semangatku beranjak pergi entah meninggalkan aku atau ku buang dipersimpangan jalan kehidupan.

Letih… kenapa raga ini belum juga mati, sehingga jiwa ini terus meminta tuk beranjak pergi, menghakiri cerita hidup ini.

Aku pernah mencoba berlari meninggalkan kehidupan ini dengan menantang maut tapi kenapa sampai sekarang jiwa ini tak pernah meninggalkan raga ni.

Aku masih disini… Masih ada namun sebait kata pun tak pernah sempat ku buat, setiap hari ku hanya bisa bergelut dalam hati yang semakin terkikis.

Besok mungkin tak dapat ku ulang waktu lagi, mengulang waktu tuk curahkan hati dalam bentuk puisi dalam notes ini.

Nyataku tak pernah sempat tuk berbenah dalam kecamuk resah, gejolak perasaan selalu gelisah dalam ketidak pastian kenyataan yg aku dapat dari secarik kertas dari diagknosa.

Hingga sekali lagi di pagi ini kerinduan akan puisi menjadi curahan hati untuk mengisi hidup ini yang mungkin sebentar lagi akan terakhiri.

Entah sanggupkah aku tuk menghadap ILAHI atau aku enggan tuk beranjak pergi tuk mengakhiri cerita hidup bak panggung sandiwara ini.

Aku letih… letih dengan bayang yang ku lihat dalam cermin kehidupanku yang menceritakan bahwa hidupku akan berakhir sebentar lagi dari selembar diagknosa dokter.

>Khayal Terakhir

>Andai semilir angin tidak membawa butiran-butiran debu yang hinggap di pundakku
Teramat pekat beban hidup ini atau pula burung-burung terbang bebas tanpa sayap
Teramat sukar dicapai nalar kusaksikan segenap alam mengepung disesaki butir-butir berdebu
Hingga sampai terdiam sunyi berteduh di bawah lazuardi perempuan nan molek
Datang menjelma bagai kilatan warna fatamorgana khayal belaka

Mataku seketika layu di antara tiupan angin yang menderu
Aku berkaca pada wajah halusnya masih seperti dahulu seperti pertama kali bertemu
Mengintip dua kumbang yang sedang bercumbu puas atau bercerita tentang hidup
Sampai pada titik nadir yang lunglai tegolek lemas tak bernyaya

Angin sejenak berhenti matanya tampak teduh butur-butir air mata menepi diantara kelopak mata
Ada apakah dengannya, kenapa dia menangis, bersedih dalam kebisuanya
Ia menangkap tanda tanya diri ini dengan menyeka sisa air mata di pipinya
Tanya-tanya itu menjawab tegas segalanya bagai arah lurus dalam khayal kehidupan
Hari masih terus bergulir dan melaju melawan kabisat sejalan bergerilya dengan kuatnya waktu

Sepintas lalu sekebat hitam memisah dari jauh suara panggilan jagad
Terlintas di benak aku tentang khayal nyata antara fatamorgana
Hanya menangis pilu tak kuasa melihat dia tidak berpaling dalam langkah pergi
Hanya doa-doa yang kupanjatkan di peristirahatan terakhirnya
Jiwa ini kesepian tak beteman dan hanya merangkul dibalik nyata

>Pencarianku Kini

>Terduduk ku disini ..
Menikmati angin angin yang menyapa halus
Menyaksikan matahari terbenam bisu tanpa suara
Melambaikan tanganku pada burung burung terbang pulang ketika senja

Terbayang kisah yang telah sampai pada akhirnya
Dan ku terdiam ..
Tak tahu harus berkata apa
Tak tahu hendak bergumam apa
Hanya pilu yang tertahan perlahan dan berharap kembali pergi
sesudahnya

Dan ku menghela nafas panjang
Mencoba melepas penat dan sesak nan tak berkesudahan
Mencoba membuang jauh kelu yang kian menari tanpa henti
Mencoba tetap tersenyum dalam simpul simpul lesung pipiku

Dan ku menatap matahari
Yang kini tenggelam sudah tanpa mengucap salam terakhir
Yang hilang tanpa bekas juga warna warna kesaksian
Yang tergantikan oleh gelap gelap membuta dan menghanyutkan

Selamat tinggal kesedihan ..
Ku ingin mengirimmu terbang mencari cinta yang hilang
Dan biarkan ku bersama pencarianku kini

>Cinta Sejati

>

Cinta sejati takkan pernah sanggup tuk diungkapkan
Meski lewat lagu atau lewat puisi
Cinta sejati takan bisa teganti dengan harta duniawi
Meski dengan seluruh emas dan permata
Cinta Sejati takan bisa terpisahkan dengan apapun
Walau nyawa harus terpisah dari raga
Cinta sejati tak mudah untuk dilukiskan
Melalui sebentuk langit biru atau segarnya udara pagi
Cinta sejati takkan pernah bisa beranjak pergi
Meski masanya sirna dan ceritanya tak lagi putih
Cinta sejati tak mudah untuk digoyah
Walau godaan menderu dan kenikmatan dunia mengimaji
Cinta sejati takan beranjak pergi dari hati
Hingga esok tak ada lagi hari menyertai
Cinta sejati akan terkenang sepanjang masa
Sejak terasa waktu pertama sampai akhir
Cinta sejati akan tetap abadi selamanya
Hingga dunia menjadi berakhir Ia akan abadi
Cinta sejati akan selalu berada di hati
Tak berubah di semua hati yang meraskan cinta

>Jika Memang

>Share

Jika memang kita tak sejalan lagi
Jika memang kita tak sepaham lagi
Jika memang kita tak saling mengerti
Jika memang kau inginkan ini berakhir
Jika memang kiasah cinta ini cukup sampai disini

Aku mohon jika kau rindu kenanglah aku
Aku mohon jagalah dirimu selalu sayangku
Aku mohon janganlah kau bersedih selalu
Aku mohon kau tau aku sayang selalu untukmu

Jika memang percintaan ini tak pantas terjadi
Jika memang kita tak mungkin bersama
Jika memang pertemuan itu menyisakan pilu
Jika memang cukup tuk dirasa dan bukan tuk miliki

Semua memang cukup hanya untuk dirasa
Semua memang di akhiri jika tak mau mengerti
Semua memang sudah di takdirkan kita harus begini
Semua memang sudah diguratkan kita tak bersama

>Sampai Kapankah

>Share

Semakin ku melupakanmu semakin tersiksa rasa hatiku.
Semakin ku menghilangkan bayangmu semakin hatiku gelisah.
Entah sampai kapankah aku bisa melupakan dirimu.
Karena hanya dirimu yang ada dalam angan benakku.
Sampai kapan pun kau tetap ku cintai walau kau membenciku.
Walau apa pun kau tetap ku sayangi setulus hatiku dan seumur hidupku.
Takan pernah bisa ku melupakanmu walau sekejap saja.
Takan pernah mampu ku menggantikan dirimu dalam seluruh hidupku.
Walau ku tau kau sepenuhnya sendiri lagi.
Aku disini tetap menanti entah sampai kapan.
Aku disini selalu menunggu dan menanti.
Eentah sampai kapan aku disini menunggu dan menanti.
Biarlah diriku selalu mencobatuk meyakinkan hati.
Haruskah diriku mencoba ikuti langkah yang kau mau.
Disini ku berdiri mencari jawaban yang t’lah lama ku nanti.
Kenanglah aku saat ku tak lagi bersamamu.
Kenanglah aku saat aku tak lagi disisimu.

By : Anak Rantau

>Tentang Cinta

>Share

Jangan pernah bilang cinta
Jika kamu tak pernah peduli
Jangan bicara tentang perasaan
Jika rasa itu tak pernah ada
Jangan pernah genggam jemari
Jika membuat patah hati
Jangan pernah bilang cinta ini abadi selamanya
Jika berniat tuk berpisah dan menjauh
Jangan pernah menatap mata ku
Jika yang kau ucap kebohongan

Jangan pernah ucapkan hai apa kbr
Jika berniat mengucap selamat tinggal
Jangan pernah bilang kalau akulah satu – satunya
Jika kamu memimpikan yang lain
Jangan pernah mengunci hatiku
Jika kau tak punya kunci untuk menguncinya
Cinta itu kan menjadi kematian bagimu
Bila kamu terperangkap olehnya
Cinta itu bagai misteri
Datang dan pergi tanpa permisi
Kamu tak perlu mencari cinta
Karena cinta kan datang pada waktunya pada saat yang tepat

By : Shandy Nhegazary

>Hakekat Cinta

>Share

Cinta bukan sebatas berkata kangen
Sehingga cari jalan untuk bertemu
Cinta bukan hanya manifestasi nafsu yang butuh pelampiasan
Cinta juga bukan rasa cemburu berlebihan, sehingga harus ada terdakwa di meja hijau

Cinta bukan ungkapan sayang dan ingin mati bersamanya
Cinta bukan kesetiaan yang setiap detik harus diucapkan bak mantara sebelum perang
Cinta bukan sebuah makna kejujuran terdalam karena pasti ada muatan kemunafikan dan kepentingan
Cinta bukan emosi berkabut, hingga bunuh diri ketika ada perpisahan

Cinta bukan muara kebenaran setiap saat ketuk palu pembebasan
Cinta bukan pembebasan tak bertuan, sehingga butuh pasukan khusus untuk merebutnya
Cinta bukan misteri malam, hingga butuh pelita untuk penerangan
Cinta adalah semuanya, tanpa batas, tanpa sekat

By : Anmardhika

Previous Older Entries

About Me

My Tweets