>Pagi Ku yg Dingin

>Share

Munkinkah esok ku dapat menghirup udara pagi
yang dingin berselimut kabut bergelimang embun.

Munkinkah esok ku dapat melihat mentari pagi
yang berwarna kuning jingga keemasan di ufuk
timur.

Sebab badan ini menanggung lara yg tak bertabib,
menanggung duka yg tak berujung dalam gamang.

Dipagi ini aku hanya diam tertegun tanpa kata,
tertegur memandang keindahan ciptaan ilahi
robbi.

Ketika kasih Cinta tak lagi mampu membasahi
relung hati yg gersang penuh debu oleh kemarau
duka yg membuat lara.

Ketika tubuh yg kurus ini tak dapat lagi berjalan
dalam badai luka, diri ini mencari tempat untuk
berteduh.

Hanya alam yg menemaniku berbicara pada hujan,
hanya alam yg mampu membuat aku bertahan
dalam pahit kehidupan.

Ku menunggu di persimpangan jalan, menanti
putri yg mau menemaniku dan berbagi dalam suka
dan duka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

About Me

My Tweets

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d bloggers like this: